banner 728x250

Pimpinan Redaksi Brata Pos Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H. yang Juga Pengacara Sampaikan Pesan Idul Adha 1447 H: Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim.

Pimpinan Redaksi Brata Pos Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H. yang Juga Pengacara Sampaikan Pesan Idul Adha 1447 H: Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim.

 

Logika.i-news.site

*MALANG, SuaraKeadilanNews.id* – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi Pimpinan Redaksi _Brata Pos_, *Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H.*, untuk menyampaikan pesan moral kepada seluruh awak media yang ia pimpin. Tokoh pers Jawa Timur yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut menegaskan, nilai pengorbanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS sangat relevan dengan dua profesi yang ia geluti: wartawan dan pengacara.

 

_“Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar redaksi Brata Pos, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat Islam, khususnya rekan-rekan wartawan, kontributor, dan staf Brata Pos di mana pun bertugas,”_ sapa Zaibi Susanto, Selasa 26 Mei 2026.

 

*Idul Adha: Sekolah Keikhlasan*

Menurut Zaibi, Idul Adha bukan sekadar seremonial penyembelihan hewan qurban. Lebih dari itu, hari besar ini adalah “sekolah keikhlasan” yang mengajarkan manusia untuk tunduk total kepada perintah Allah SWT, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

 

_“Lihatlah Nabi Ibrahim. Beliau diperintah menyembelih putra yang sangat dicintai, Ismail. Logika manusia mana yang sanggup. Tapi karena ketaatan dan keikhlasan, beliau jalankan. Ismail pun ikhlas dikurbankan. Inilah puncak pengorbanan,”_ urainya.

 

Nilai tersebut, kata Zaibi, harus menjadi kompas moral bagi insan pers. Wartawan setiap hari diuji untuk “menyembelih” ego, keberpihakan, kepentingan pemilik modal, bahkan godaan amplop. _“Kalau wartawan tidak bisa qurban ego, berita yang lahir cacat. Tidak objektif, tidak berimbang, dan jauh dari kebenaran,”_ tegas advokat yang berkantor di Gresik tersebut.

 

*Benang Merah Wartawan dan Pengacara*

Sebagai pengacara, Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H. melihat benang merah yang kuat antara dunia jurnalistik dan dunia hukum. Keduanya adalah pilar demokrasi yang bertugas mencari, menguji, dan menyuarakan kebenaran.

 

_“Pengacara membela klien di ruang sidang dengan argumen dan bukti. Wartawan membela kepentingan publik di ruang redaksi dengan data dan fakta. Keduanya wajib tunduk pada kode etik. Keduanya diuji dengan ‘qurban’ setiap hari: qurban waktu, tenaga, pikiran, bahkan qurban kenyamanan pribadi demi tegaknya keadilan dan kebenaran,”_ jelasnya.

 

Karena itu, ia berpesan khusus kepada wartawan Brata Pos agar menjadikan Idul Adha sebagai momentum _muhasabah_. _“Tajamkan pena untuk mengkritisi kebijakan yang salah, tapi juga ikhlaskan hati untuk memberi solusi. Berani menyuarakan yang lemah, tapi juga rendah hati mengakui jika keliru. Itulah wartawan yang meneladani Ibrahim,”_ pesan Zaibi.

 

*Doa dan Harapan*

Di akhir pernyataannya, Pimpinan Redaksi Brata Pos tersebut mendoakan seluruh insan pers, kolega advokat, serta masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan.

 

_“Semoga Allah SWT menerima ibadah qurban kita, melapangkan rezeki kita, mengampuni dosa kita dan orang tua kita. Semoga Brata Pos tetap istiqamah menjadi media yang mencerahkan, mencerdaskan, dan berpihak pada kebenaran. Sekali lagi, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,”_ pungkas Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H.

 

Yansroza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *